Senin, 16 April 2012


MENGAPA BISA INDIGO?




Ya mengapa bisa indigo/apa penyebab indigo?
Bagaimana bisa indigo?
Apa tanda-tanda indigo?
Apa tanda-tanda cikal bakal indigo?
Siapa sajakah bisa indigo?
Bisakah seseorang dididik agar menjadi indigo/adakah kriterianya ?

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, di sini penulis akan mencoba menjawabnya berdasarkan perjalanan berpuluh tahun sebagai terapis alternatif khususnya non medis. dan tulisan ini dimaksudkan untuk memberi tambahan wawasan pembaca tentang indigo bagi orang awam karena siapa tahu dalam keluarga pembaca ada yang memiliki tanda-tanda seperti yang akan penulis jelaskan. Tidak ilmiah memang tetapi dapat memberi gambaran alternatif dari kemungkinan yang sudah diketahui selama ini, bisa dicerna dengan akal sehat, sebab penjelasan yang akan dijelaskan di sisni tetap dalam koridor nalar.

Dalam kurun waktu puluhan tahun sebagai terapis alternatif non medis hampir semua pasien yang mengalami gangguan non medis saat diterapi spontan menunjukkan tanda-tanda indigonya baik pada waktu diterapi maupun setelah diterapi.
dimana yang diterapi mampu langsung menembus dimensi lain. Bisa mengetahui apa yang menyebabkan terkena gangguan non medis baik hanya dalam memory ingatan atau terbayang kuat wajah orang yang menyebabkan menderita gangguan misterius tersebut.
 Tida jarang juga saat atau setelah diterapi majas jelas bukan saja wajah orang yang menyebabkan penyakit dimaksud namun pula, energi, media dan orang yang mengendalikan energi (yang mpunya energi), dan yang sengaja ditujukan agar yang dituju menderita sakit diluar disiplin ilmu kedokteran sesuai yang diinginkan oleh yang meminta jasa dari sang pemilik energi.
Perlu diingat disisni bahwa sebagai terapis penulis tidak memiliki kemampuan untuk melihat atau menembus dimensi lain baik kala sedang menerapi ataupun sedang tidak menerapi. Penulis hanya bisa membaca sinyal-sinyalnya saja dan pada waktu menerapi hampir tidak menggunakan media kecuali energi positif yang ada pada diri penulis.

Bersyukur sebagai terapis tidak memiliki kemampuan ini karena jika tidak bukan mustahil suatu ketika akan ada kebohongan dari terapis sendiri untuk meyakinkan korban-korban penyakit magis ini. Ini juga dimaksudkan agar fitnah dan suudzon bisa diminimalisir.

Apakah dengan melihat apa dan siapa yang menyebabkan mengalami gangguan ghaib tidak menimbulkan fitnah dan suudzon juga? Toh ini tidak bisa dapat dibuktikan secara nyata mengingat jelas-jelas tidak masuk diakal? Mudah mudahan tidak.

Sebab begitu terapis mengkonfrontir orang-orang yang diterapis selama sebagai terapis, umumnya mengiyakan, apa yang dilihat saat atau setelah diterapi, baik hanya bayangan kuat dalam memory maupun yang sangat jelas kelihatan utuh ujud orang yang mendzolimi secara ghaib itu, meskipun sipelaku telah berpuluh tahun melakukan perbuatan yang tidak dibenarkaqn semua agama dan jangan-jangan sipelaku sendiri sudah tidak ingat lagi. Pun si korban dalam hal ini yang menderita penyakit ganjil jangan-jangan juga tidak ingat lagi dengan masalah yang pernah terjadi antara pelaku dan si korban, karena biasanya pernah terjadi suatu gesekkan sebelumnya di antara mereka. Bila tidak, pasti ada faktor lain yaitu IRI. Na penyakit ini tidak mengenal sebab.

Penyakit seperti yang digambarkan ini penulis menyebutnya sebagai penyakit dikondisikan. Biasanya terjadi pada wanita yang masih muda berkisar usia 18 tahun sampai 40 tahun. Biasanya pula terjadi pada wanita yang masih gadis, akan menikah dan setelah menikah. Dalam perkembangan ke depan orang-orang yang pernah mengalami gangguan seperti ini bila dididik dan diarahkan ternyata bisa menjadi indigo.

 Tidak saja mampu membaca fikiran orang lain, melihat penghuni dimensi lain secara jelas tidak hanya bayang-batang (ujud asli), juga dapat melihat seluruh organ bagian dalam tubuh manusia. Dan masih banyak lagi kemampuan-kemampuan lain yang tidak bisa dijelaskan satu persatu. Bagi yang sudah indigopun sangat bisa lebih disempurnakan keindigoannya agar lebih konstruktif keindigoan yang telah dimiliki.

Selain penyakit halus akibat dikondisikan ada juga penyakit halus akibat terkondisikan. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak antara usia 6 tahun sampai remaja batas 16 tahun. Namun tidak jarang juga terjadi pada wanita yang sedang hamil. Dikatakan penyakit terkondisikan karena kehadiran penyakit tersebut tidak dikehendaki orang lain (dikondisikan) akan tetapi keinginan langsung dari energi liar penghuni dimensi lain. Hasilnya sama.

Ternyata mereka-mereka yang mengalami problem terkondisikan inipun setelah diterapi langsung terlihat tanda-tanda keindigoannya. Sesungguhnya orang-orang yang mengalami ganngguan seperti ini, terkondisikan dan dikondisikan dari berbagai kalangan usia secara naluri sudah dan telah memiliki ketajaman mata bathin (perasaan/ indra ke enam) terhadap hal-hal tertentu terlebih jika gangguan mistis itu sudah berlangsung sangat lama. Namun bagi penulis seseorang atau anak bisa dikatakan memiliki indra ke enam jika seseorang atau anak tersebut telah memiliki lebel indigo sekalipun hanya bidang tertentu saja. Terkhusus bagi anak-anak yang mengalami masalah mistis terkondisikan jangankan untuk menerapinya mengetahuinya saja sangat tidak mudah. Butuh kemampuan ekstra energi positif dan biasanya mereka-mereka ini tidak mau diterapi dengan cara apapun, baik medis maupu alternatif (non medis).

 Mereka menganggap apa yang dialami bukan sebagai masalah atau gangguan tetapi sudah menjadi bagian dari dirinya, merasa juga telah dianggap sebaga teman karib, tempat berkeluh kesah, tukar fikiran, teman bermain, bercengkerama dan temannya belajar, bahkan saat belajar terutama di rumah merasa seperti ada yang mengajari (privat ghaib). Faktanya anak-anak yang demikian tidak saja peka terhadap hal-hal tertentu namun juga cerdas.
Karenanya dianggap sebagai bukan gangguan dan memang tidak merasa terganggu. Secara garis besar benar anak-anak demikian ini tidak ada tanda-tanda gangguan mistis terkondisikan. Oleh sebab itu pula, sekali lagi, butuh kemampuan energi ekstra positif tidak saja untuk mengetahuinya tetapi juga menerapinya. Untuk mengatasi ini penulis (terapis) harus menggunakan metode pendekatan yang tidak memaksa (persuasif) yaitu, berusaha menunjukkan ujud asli energi yang selama ini mendampingi. Ini dimaksudkan agar tidak terjebak terus dalam lingkaran penafsiran.
Dan alhasil begitu ujud asli tampak spontan bukan saja bersedia diterapi tetapi juga bersedia dijauhkan dari energi yang selama ini sesungguhnya tidak diingini secara langsung, setelah sebelumnya merasa ketakutan yang amat luar biasa saat melihat ujud asli mahkluk yang selama ini mendampingi itu, terlepas positif/ negatifnya. Perlu digaris bawahi, setelah diterapi dan menjauhkan atau menyingkirkan energi yang telah lama bersama itu, tidak mengurangi tanda-tanda akan indigonya dan tetap memiliki ketajaman mata bathin terhadap hal-hal tertentu yang orang kebanyakkan tidak memiliki.

Terlebih bila terus dididik oleh orang yang memang mempunyai kemampuan maka, tidak mustahil kemampauan indigonya akan semakin baik dan benar-benar menjadi indigo. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah berpuluh tahun ini pulalah maka, penulis tergerak untuk membagi apa yang penulis alami kepada pembaca agar pembaca sedikit memiliki gambaran alternatif tentang indigo.

Kembali pada bagian-bagian judul awal, mengapa bisa indigo/ apa penyebab indigo, bagaimana bisa indigo, apa tanda-tanda indigo, apa tanda-tanda cikal bakal indigo, siapa sajakah bisa indigo dan apakah seseorang bisa dididik untuk menjadi indigo/ adakah kriterianya?

Beberapa hal dimaksud sudah penulis jelaskan di atas seperti, mengapa bisa indigo/ apa penyebab indigo, karena akibat terkena mistis yang dikondisikan maupun akibat yang terkondisikan.

Bagaimana bisa indigo? Dikarenakan orang-orang yang mengalami situasi ini entah dikondisikan atau terkondisikan secara otomatis telah dan sudah mempunyai atau berada pada dua alam. Alam nyata (dunia) dan alam dimensi lain, kendatipun keberadaannya pada alam dimensi lain kemungkinan hanya 15% sampai 20%. Namun ingat berada pada alam dimensi lain bukan berarti seluruh tubuh masuk ke alam dimensi lain itu. Hanya jiwanya saja. Bathinnya saja.

Bagaimana dengan tanda-tanda indigo? Tanda-tanda inipun sudah dijelaskan di atas, mampu membaca fikiran orang lain, melihat penghuni dimensi lain (alam ghaib), dapat mengetahui hal-hal yang akan terjadi, dapat mengetahui masa lalu dan masa yang akan datang, bisa melihat seluruh organ bagian dalam manusia sampai sedetil-detilnya, juga ada yang mampu bicara beberapa bahasa asing dengan tanpa belajar dan masih banyak lagi kemampuan-kemampuan lain. Inilah tanda-tanda indigo, bahkan bukan tanda-tanda lagi tetapi sudah menjadi indigo.

Lantas bagaimana dengan tanda-tanda cikal bakal indigo? Untuk orang dewasa tubuhnya selalu lemas, rentan emosi, sering sakit kepala yang luar biasa dan berkepanjangan, sering sesak napas mendadak, sering mual, tidak tahan panas matahari, sempoyongan, susah tidur (gelisah), ingin selalu menangis bahkan menjerit tanpa sebab (malam hari), tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan diri sendiri, sering terlintas dalam fikiran ingin mengakhiri hidup (bunuh diri) dan yang pasti sering melihat bayangan-bayangan melintas tanpa jelas (bukan manusia) terutama di dalam rumah dan malam hari. Perlu diketahui jika seseorang awam acap melihat bayangan-bayangan melintas tidak jelas, ini jelas seseorang tersebut bukan mempunyai kelebihan tetapi memiliki gangguan ghaib dan kebanyakkan akibat dikondisikan. Mengingat gangguan seperti ini banyak terjadi pada wanita maka tidak jarang bila baru atau belum lama menikah akan setengah terpaksa melayani biologis suaminya. Bagaimana dengan anak-anak sampai remaja?

Tanda-tanda cikal bakal indigo pada anak-anak dan remaja, suka malas pergi ke sekolah dan jika sekolahpun ingin buru-buru pulang ke rumah, malas ibadah atau sembahyang, selalu maunya sendiri, bicaranya tidak pada usianya dan kalau diperhatikan suka berbicara sendiri seolah ada yang mengajaknya bicara dan jika tidur malam sering terbangun merasa seperti ada yang membangunkan juga merasa selalu ada yang mengiringi kemanapun pergi. Sering mengurung diri dalam kamar, makannya tidak normal, bisa banyak luar biasa bisa juga sedikit sekali. Khusus untuk remaja ke kamar kecilpun merasa ada yang mengikuti. Bahkan belajar (di rumah) tidak saja remaja, anak-anakpun selalu ditemani dan merasa ada yang mengajari.

Siapa sajakah bisa indigo? Semua. Semua bisa indigo (level). Tiada batasan usia, status ekonomi, agama, ras dan dari bangsa (kewarganagaraan) mana.

Bisakah seseorang dididik agar menjadi indigo/ adakah kriterianya? Bisa. Namun untuk bisa dididik menjadi indigo seseorang harus mempunyai sinyal-sinyal terttentu, baik akibat dikondisikan atau terkondisikan. Sementara untuk orang-orang yang tidak memiliki sinyal-sinyal/ kriteria ini dapat dipastikan hampir tidak mungkin dan sangat sulit sekali. Yang harus diketahui juga sekalipun bisa dididik bagi yang memiliki sinyal-sinyal dimaksud agar menjadi indigo tetapi tetap tidak mutlak indigonya. Bisa satu bidang tertentu saja, beberapa bidang atau multy bidang.

Sebagai tambahan, kita sering mendengar atau bahkan melihat seorang anak balita khususnya yang belum pernah mengenal bangku sekolah telah menunjukkan keindigoannya, apakah ini termasuk karena gangguan ghaib? Ya! Ini akibat gangguan ghaib yang dikondisikan. Namun begitu bukan si anak yang pada awalnya dikondisikan melainkan si ibu saat mengandung dia (anak tersebut). Detilnya, pada waktu ibu sedang mengandung si jabang bayi, ibu tersebut mendapat paket ghaib (dikondisikan).

Jadi si ibu yang dikondisikan bukan anak yang masa itu masih berada dalam rahim sang ibu. Si anak yang pada waktu itu masih berada dalam kandungan (jabang bayi) hanya terkena efeknya saja dari apa\ yang dialami si ibu. Kok bisa? Karena ibu yang sedang mengandung dan terkena masalah ghaib yang dikondisikan bukan fisik tetapi jiwa atau bathinnya. Sebab itu pula mengapa jabang bayinya kena efek mistik yang dikondisikan karena jabang bayi adalah belahan jiwa si ibu yang tengah mengandungnya itu.

Dan tanpa disadari oleh siapapun efek itu justru membuat si jabang bayi telah berada pada dua alam saat dalam kandungan. Begitu lahir pada usia tertentu dia nampak mulai menunjukkan keindigoannya. Karena seolah telah terdidik pada dua alam saat dalam rahim ibu. Alam rahim bukan bukan alam ghaib. Alam rahim bisa dilihat dengan tehnologi kedokteran.

Ironis memang. Kenapa si jabang bayi justru tidak menderita sedang si ibu sangat menderita saat mendapat dzolim ghaib akibat dikondisikan itu? Ya, karena adanya faktor X yang melindungi si jabang bayi itu. Namun bila gangguan itu bukan ghaib yang akan atau terjadi pada si ibu dan berkemungkinan mengancam si jabang bayi maka si ibulah yang harus melindunginya (bukan faktor X). Bila si ibu tidak bisa melindungi dirinya sendiri yang tengah mengandung maka tidak saja si ibu yang akan cidera atau lebih buruk lagi namun juga bayi yang ada dalam kandungannya.

Sebagai informasi dengan tanpa menyinggung keyakinan lain (maaf) bahwa dalam agama yang dibawa oleh para nabi tidak mengenal yang namanya hidup kembali (reinkarnasi) setelah mati. Sebab yang mati ya tetap mati. Tidak akan dihidupkan lagi kecuali harus mempertanggungjawabkan perjalanannya selama menghuni dunia. Semua yakin bahwa yang menciptakan hidup (ruh) adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi tidak mungkin tidak bisa menciptakan ruh lagi (kehabisan stok ruh/ mendaur ulang ruh) untuk diberikan kepada siapa yang dikehendaki. Jadi tidak mungkin.

Ada yang mengatakan bahwa anak-anak indigo atau orang-orang indigo sebagai pembawa misi dan akan membawa kebaikan bagi umat manusia, tidak sepenuhnya benar. Sebab venomena indigo tidak perlu di lebih-lebihkan dan anggap sebagai salah satu ragam venomena alam itu sendiri. Jika tidak akan timbul salah penafsiran dari keindigoannya sang indigo. Seperti munculnya nabi baru (mengaku sebagai nabi baru), mengaku sebagai utusan malaikat jibril dan celaka lagi mengaku sebagai Tuhan seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui juga ada banyak penyakit medis tetapi begitu diperiksa secara medis tidak dapat terdeteksi gangguan medisnya sekalipun menggunakan tehnologi kedokteran terkini. Hal ini akibat adanya faktor non medis yang menutupi medis itu sendiri. Sehingga tehnologi kedokteran tidak mampu menembus dimensi lain yang menutupi gangguan medis itu. Namun setelah faktor non medis itu disingkirkan maka serta merta akan nampak jelas gangguan medisnya setelah diperiksa kembali secara medis itu sendiri.

Sebagai tambahan lagi, gangguan mistis dikondisikan dan terkondisikan banyak terdapat pada dunia ke tiga yang memang masih sangat kental aroma mistisnya. Sebagian besar Asia termasuk Indonesia, Afrika, Amerika Laten dan masih banyak lagi di berbagai belahan dunia lain di bumi ini. Karena itu anak-anak indigo atau cikal bakal indigo menyebar di seluruh dunia menurut persi penulis.

Mudah-mudahan tulisan ini akan membuka wawasan siapapun di dunia ini. Tidak ego. Karena kalau tidak akan banyak merugikan orang lain juga diri sendiri, terlepas dari percaya dan tidaknya. Semua penulis serahkan kepada pembaca yang arif dan bijaksana. Dan bagi pembaca yang perlu bantuan silahkan hubungi Pak Yon Jln. Pajak Permai Rumah Bapak Bari/ Taman Murni Km.11 Palembang Sumatra Selatan Indonesia Indonesia Hp. 082372529085 - 082372529086

Terlepas dari semua yang telah dijelaskan inti utama adalah sembuh setelah diterapi tanpa mengurangi kemampuan yang telah dimiliki.


Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Halo dunia!
April 8th, 2012 by mandigos.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar